Opini

Ngopi Pagi Bareng Kadisdikbud KKR

Ngopi Pagi Bareng Kadisdikbud KKR

Kemudian, Pak Ayub mengungkapkan prinsip yang diambil selama ini setelah ungkap pendidikan masa lalu. Kemungkinan besar prinsipnya terdapat pengaruh dari metode ajar para guru di masa lalu. “Hidup tidak apa adanya, tetapi apa adanya”, ungkap Pak Ayub, berlanjut kepada apa yang selama ini dialami sebagai pribadi berprinsip, yaitu dengan prinsip keterbukaan dan keadilan. Menariknya, prinsip itu dijalani dengan membangun komunikasi yang baik.

Komunikasi yang baik menjadi pola timbal balik interaksi sosial, secara sosial tetap terjaga harmonisasi meski tengah terjadi ketegangan, seperti halnya konsep manajemen konflik. Secara individual, sebagai kontrol diri agar tetap dan mudah kembali pada koridor semestinya sesuai fungsi yang dijalani. Gaya komunikasi seperti ini menjadikan Pak Ayub untuk tidak malu bertanya sekalipun dengan orang di bawahnya, demi menyelesaikan apa yang dialami.

Tak pelak, Pak Ayub menceritakan saat mengikuti tes seleksi kepala dinas di lingkungan KKR. Terdapat kuesioner, “apa faktor kekuatanmu sehingga mengikuti seleksi ini”, dijawabnya, “saya tidak malu bertanya”. Kekuatan ini yang dialami dan dirasakannya sehingga sampai dapat keliling di enam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) eselon empat, di antaranya perhubungan, kominfo, pelayanan terpadu, dan pariwisata. Karena kekuatan itu, kominfo jauh dari dunia pendidikan dapat dijalani dengan baik. Tidak malu bertanya, belajar, dan segera mempelajari.