Opini

Pasinaon: Hormat

Pasinaon: Hormat

Kesadaran akan kedudukan sosial seseorang tercermin dalam gerak tubuh dan tata tutur yang digunakan. Dalam bahasa Jawa dikenal dua tingkat hormat dalam perkataan dan gramatika. Tingkat yang satu krama dan tingkat yang lain ngoko. Krama digunakan untuk mengungkapkan sikap hormat. Sedangkan ngoko untuk mengungkapkan keakraban antara mereka yang bertutur kata..

Ada sekitar 850 kata sehari-hari yang mempunyai bentuk baik krama maupun ngoko.Di samping itu, ada 260 kata yang mempunyai bentuk: krâmâ inggil, krâmâ dan ngoko. Krama inggil digunakan untuk menunjukkan sikap hormat yang paling tinggi. Kombinasi antara kata-kata ini menghasilkan 14 tingkat tata tutur yang semestinya digunakan oleh orang Jawa dalam berkomunikasi dengan orang lain (kecuali dalam keluarga inti yang lebih sering digunakan bahasa ngoko/akrab, dalam sejumlah keluarga ayah sering dikecualikan).

Ketrampilan dalam mempergunakan sikap-sikap hormat yang tepat diperoleh dari pendidikan sejak dini. Anak-anak Jawa mengenal istilah: wedi- takut, isin malu dan sungkan – segan.

Anak-anak dididik agar wedi/takut kepeda orang yang dihormati 9senior). Sikap wedi itu ditunjukkan dengan bagaimana mereka membawa diri dan bertutur kata. Mereka harus menunjukkan kelakuan yang halus dan sopan. Bagi mereka yang tidak melakukannya, para orang dewasa akan menyindir-nya serta menakut-nakuti akan bahaya yang akan diterimanya.