PKU I berarti secara nasional. Karena ia merupakan Bandara Sipil terbesar kedua di KalBar, setelah Abdurachman Al-Qadrie / Soepadio. BST juga merupakan salah satu dari 4 jaringan Pangkalan Pertahanan Udara Nasional (Lanhanudnas) terpadu yang berfungsi mempertahankan diri dan bereaksi cepat, seandainya Indonesia diserang dari luar. Empat Bandara sebagai jaringan Lanhanudnas adalah Ranai/Natuna (Kepri), BST/Sintang (KalBar), Hasanuddin/ Makasssar (Sulsel), dan Pattimura/Ambon (Maluku) [sumber: pejabat Hankamnas Pusat, 2017].
Sedangkan PKU II Paslon Gub. mantan Wako ini, yang diarahkan pada pelayanan dan kesejahteraan rakyat di bidang sosial, budaya dan ekonomi, adalah Jembatan Water Front City (WFC). Tiga mahasiswa Doktoral dari AS, Inggris dan UGM, dan seorang dosen S3 USM, Solo, berdecak kagum ketika berada di atas WFC.
Jembatan WFC memanjang pada dua sisi Sungai Kapuas (SK) mulai dari Taman Kota Alun-Alun Kapuas (TKAK) dari sisi kota sampai ke Jembatan Kapuas Satu (JK1). Pada sisi seberang kota, WFC dimulai dari Kampung Beting dan Kawasan Mesjid Jami’ Sultan Abdurrachman Al-Qadrie (MJSAA) mengarah ke hulu sampai ke JK1. Paslon Gub ini mendorong agar pembangunan WFC dilanjutkan oleh pemenang Pilwako 2018 ke arah hilir pada dua sisi SK sampai di kawasan Batu Layang, bahkan ke Sungai Landak.
