Menurut pengurus Parpol pendukung pemerintah dan dua orang politisi, beberapa tokoh adat dari 3 kabupaten pada KPD (IVA) dan KPJ (IUA), para akademisi, dan saya sendiri, setuju bahwa semua Paslon memiliki kesempatan sama untuk menjadi Gubernur.
Namun, demi rakyat Kalbar, para pengamat dan informan tersebut percaya akan prestasi dan hasil kerja nyata para Paslon. Karena itu, mereka, dan seorang wartawan dan tokoh muda, pembawa acara utama sebuah TV Swasta lokal di kota ini, berpendapat perlunya sistem kualifikasi obyektif berdasarkan kompetensi, rekam jejak dan kinerja obyektif dan adil tanpa membedakan latar belakang politik, ras, etnis dan agama (merit system). Tanpa dasar itu, menurut mereka, kita semua akan dihantam oleh hukum alam dan publik sendiri, dan membuat Kalbar tak mampu bangkit dan tertinggal jauh.
*) Professor Tamu NIAS, Copenhagen, Denmark dan University of Missouri, Columbia, AS;
Co-promotor Mhs Pasca Sarjana, UGM, Yogya; dan Pendiri the Al-Qadrie Center
