Tentu saja saya kaget, karena sebelumnya, saya telah menelpon call center mereka yang di Jakarta sana, bahwa mereka mengatakan bisa diputus, dan butuh waktu sebulan. Jadi nanti hanya bayar internetnya saja Rp. 250.000,-, telponnya gk usah. Begitu saya sampaikan apa yang telah disampaikannya kepada mbak-mbak di depan saya, dia tetap bersikeras mengatakan tidak bisa diputus.
Akhirnya, saya pun pulang dengan rasa kecewa. Saya dibuat menunggu berjam-jam, hanya untuk pulang tak menuai hasil yang saya harapkan. Yang membuat saya kecewa yaitu tidak sinkronnya apa yang telah dikatakan oleh service provider pusat, dengan yang di sini. Yang di sana bilang bisa, yang di sini bilang tidak bisa.
Saya pikir, ada benarnya juga kata bapak tadi. Bahwa, sebagai BUMN, seharusnya pelayanannya lebih maksimal. Jangan sampai, yang saya alami juga di alami oleh yang lain. Menunggu berjam-jam, namun tidak mendapatkan apa-apa.
(*)
