Oleh: Nur Iskandar
Saya pelaku usaha. Saya merasakan platform digital bagaikan malaikat penolong. Ia meringkas jarak yang jauh menjadi dekat. Ia memudahkan sekali. Teramat sangat. Secara ekonomi pasar terbuka tanpa sekat. Misalnya saya menjual tanah kavlingan. Lempar saja luasnya berapa, ada di posisi mana, harganya berapa. Ada saja mata netizen yang kini rerata penduduk dunia “melek” Ha-Pe dan internet. Maka tawar menawar pun terjadi. Terjadi secara langsung.
Kalau dulu jual beli lewat perantara, maka keuntungan mesti dibagi, kali ini tidak harus begitu lagi. Bisa langsung transaksi. Di sini bahasa memegang peranan penting. Makin banyak bahasa daerah atau dunia kita kuasai, transaksi makin mudah dan teroercaya lagi. Begitupula dengan UMKM. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang varian usahanya bermacam-ragam.
Kalau dulu saya menjual tanah kavlingan dan perumahan, nilai berbagi dengan para calok bisa jutaan rupiah, puluhan juta rupiah, bahkan pernah menembus angka di atas 100-an juta rupiah, maka akhir-akhir ini dengan platform elektronik-survey dan transaksi, 100 persen masuk ke kantong.
