in

Penjualan Jalur Digital Meningkat 8-18 Kali Lipat–“Networking is a Power”–Ayo 1 Juta Pelaku UMKM!

IMG 20200723 080806 560
Perumahan TOP Munzalan Residence dijual secara digital. Penerapan electronic survey memudahkan konsumen mengenal lokasi, kualitas tanah, keadaan fondasi, dan seterusnya tanpa harus membuang waktu, tenaga dan biaya lagi. Foto Nuris

Oleh: Nur Iskandar

Saya pelaku usaha. Saya merasakan platform digital bagaikan malaikat penolong. Ia meringkas jarak yang jauh menjadi dekat. Ia memudahkan sekali. Teramat sangat. Secara ekonomi pasar terbuka tanpa sekat. Misalnya saya menjual tanah kavlingan. Lempar saja luasnya berapa, ada di posisi mana, harganya berapa. Ada saja mata netizen yang kini rerata penduduk dunia “melek” Ha-Pe dan internet. Maka tawar menawar pun terjadi. Terjadi secara langsung.

Kalau dulu jual beli lewat perantara, maka keuntungan mesti dibagi, kali ini tidak harus begitu lagi. Bisa langsung transaksi. Di sini bahasa memegang peranan penting. Makin banyak bahasa daerah atau dunia kita kuasai, transaksi makin mudah dan teroercaya lagi. Begitupula dengan UMKM. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang varian usahanya bermacam-ragam.

Kalau dulu saya menjual tanah kavlingan dan perumahan, nilai berbagi dengan para calok bisa jutaan rupiah, puluhan juta rupiah, bahkan pernah menembus angka di atas 100-an juta rupiah, maka akhir-akhir ini dengan platform elektronik-survey dan transaksi, 100 persen masuk ke kantong.

Baca Juga:  Suatu Ketika di Manado

Tidaklah salah jika Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku Presiden Joko Widodo ( Jokowi) pagi-pagi tadi menghubunginya, Rabu, 22/7/2020. Apa yang dibahas? Menurut Luhut dirinya diingatkan Presiden agar di platform digital tidak ada barang- barang impor yang diperjualbelikan.

Kata LBP, Presiden Jokowi telepon mengingatkan jangan sampai barang yang dijual di situ (platform digital) adalah barang yang diimpor. Pasalnya, di dalam platform digital masih ada barang-barang impor yang dipasarkan.

Jokowi lanjut LBP dalam ekspose kompas.com menginginkan platform digital RI diperuntukkan bagi pemasaran produk-produk UMKM. Karena ada data 20 persen peningkatan impor barang-barang konsumtif. Nah, melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) ada potensi peningkatan pemasaran produk UMKM hingga 18 kali lipat hingga akhir tahun bila melalui platform digital.

Seperti dilansir berita-berita online, penjualan di platform digital meningkat hingga 8 kali bahkan akan bertambah hingga 18 kali lipat hingga akhir tahun ini.

Saya mungkin 1 dari 1 juta UMKM yang masuk dalam ekosistem digital. Walaupun saya tidak ada pinjaman di luar sistem syariah, tapi total pinjaman senilai Rp 4,2 triliun yang akan disalurkan cukup besar dan bisa mengerek ekonomi bangsa di tengah pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Apalagi fasilitas pinjaman tersebut bisa bertambah.

Baca Juga:  Tidak Ada Masalah Gus Dur dengan Amien Rais

Dapat dibayangkan jika pertumbuhan ekonomi UMKM bisa seturut pengalaman saya yang merasa betul ada peningkatan 8-18 kali lipat itu. Maka secara linier dapat kita yakini optimisme kesehatan ekonomi negeri ini. Masalahnya adalah bagaimana agar 1 juta pelaku UMKM itu melek digital sesunguhnya. Tidak hanya bermain medsos untuk haha-hihi, tapi membangun jejaring alias networking. Sebab jejaring itu adalah kekuatan. Networking is a power. *

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

IMG 20200723 WA0010

Pluralitas Pontianak Disorot dari “Kampong Saigon”

WhatsApp Image 2020 07 23 at 06.55.42

Luruskan Sejarah tentang Sultan Hamid–Emha Ainun Nadjib Kirim Enam Jurus Jitu untuk Indonesia Menjadi Bangsa Besar atau Punah di Masa Pandemi