Poin penting yang disampaikan Hamli setelah “ice-breaking” humor tersebut di atas adalah terkait isu global dan nasional. Pertama mengenai Yerussalem yang pada hari Rabu, 6/12/17 diumumkan Presiden AS, Donald Trump, resmi diakui pemerintas AS sebagai ibukota Israel dan kedubes AS akan dipindahkan dari Tel Aviv ke kota suci tiga agama tersebut (Islam, Kristen, Yahudi). “Keguncangan internasional akibat keputusan politik Trump itu mesti diwaspadai,” tutur Hamli.
“Para kepala negara sudah mengutuk keras. Kita tahu itu. Demo-demo juga terjadi di berbagai belahan penjuru dunia. Namun, yang mesti kita waspadai adalah penganut paham radikal. Kita waspadai terjadinya teror di malam natal dan tahun baru,” ulas Hamli. Hadirin mengangguk-angguk tanda ikut berpikir tentang kenyataan global yang sangat rawan ini.
Hamli menceritakan adanya 4 WNI ditangkap di Malaysia karena hendak ke Marawi, Filipina. Tujuannya transaksi senjata. Senjata ini buat apalagi jika tidak teror? Apalagi Marawi terkait dengan ISIS. Di Mesir ISIS meledakkan bom dan menembak mati jamaah shalat Jumat di masjid. 300 orang lebih tewas meregang nyawa.
