
“Baru berlangsung beberapa menit khutbah, ada bom meledak di luar. Di saat orang-orang masuk ke dalam masjid, atau ada yang hendak menolong, justru ditembaki dari berbagai penjuru. Kami punya rekamannya,” ulas Hamli seraya geleng-geleng kepala, lantaran yang menembak berteriak Allahu Akbar. “Islam macam apa yang mereka bawa?”
Poin kedua, dari Yerussalem, terhubung dengan kekalahan ISIS di Suriah dan Iraq. “Secara kekuatan bersenjata ISIS memang sudah dikalahkan, tapi idiologinya tetap tumbuh mengikuti pelarian para pengikutnya,” kata Hamli. Fatwa ISIS adalah menyerang dari negara masing-masing, dan menggunakan perempuan serta anak-anak sebagai martir.
“Tugas BNPT dan FKPT menjelaskan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Poin ketiga adalah moderasi di Arab Saudi. Ini fenomena yang menarik, di mana dahulu perempuan dilarang setir mobil, kini sudah boleh. Bahkan menteri pendidikan dijabat perempuan. Panggung musik juga sudah marak di Jeddah dan Ryad. Perempuan juga sudah bisa jadi penyiar radio atau televisi.
Hamli menyebutkan pada tahun 1979 Kota Mekah pernah dikudeta. Masjidil Haram dikuasai pemberontak selama lebih dari satu bulan. Tentara Arab baru bisa menguasai Mekah setelah minta bantuan tentara Perancis.
