Saya sendiri kemudian menelusuri pemberitaan soal penolakan UAS di Bali. Bermunculan banyak keterangan. Namun ternyata, akhirnya, penolakan itu bisa dicarikan solusinya. UAS tetap dapat berceramah sepanjang 8-9/12/17 di Bali dalam situasi kondusif. Kondisi penolakan ulama ini juga pernah terjadi di Sintang dan Kota Pontianak, Kalbar, tetapi juga kemudian menjadi kondusif.
Sebagai anggota FKPT bidang media, saya sendiri merasakan bahwa ada peningkatan intoleransi di Indonesia. Berbagai hal menjadi latar-belakangnya. Terutama terkait kata kafir dan khilafah. Kemudian disusul dengan bukti rekaman di media konvensional atau media sosial.
BNPT sendiri meneliti tentang intoleransi bertendensi radikalisme ini di 32 provinsi pada tahun 2017. Bahwa kemiskinan/kesejahteraan beserta ketidakadilan merupakan fundamental kerawanan tersebut. Adapun penelitian juga mengungkap, solusi jitu penangkal radikalisme dan terorisme adalah kearifan lokal, kesejahteraan dan keadilan.
Mari bersama-sama kita jaga Nusantara. Yakni dengan mengatasi faktor penyebab kerawanan sosial di lingkungan kita, dan memperkuat ketahanan yang ada di sekitar kita pula. *
