Opini

Penolakan Ceramah UAS di Bali, Khilafah dan Pantauan BNPT

Penolakan Ceramah UAS di Bali, Khilafah dan Pantauan BNPT
Brigjen Ir Hamli, ME Direktur Pencegahan BNPT bersama para ketua FKPT di 32 provinsi dalam acara silaturahim di Irish Room, Eastparc, Yogyakarta, Jumat, 8/12/17.

“Umat Islam Indonesia banyak yang tidak percaya akan data-data seperti ini. Mereka mengatakan ini konspirasi atau standar ganda negara adikuasa,” timpal Hamli. Hanya dengan membawa mantan teroris yang sadar seperti Ali Fauzi, Ali Imron, Nasir Abbas, banyak tokoh teras nasional baru percaya. Mantan teroris yang sadar itu menyebutkan runtutan kepercayaan mereka kepada ustadz, imam, atau pemimpin / khilafah. Dan hal itu nyata adanya.

Secara nasional Hamli mengajak FKPT dan masyarakat Indonesia mewaspadai kerawanan sosial akibat adanya Pilkada serentak tahun 2018. “Banyak tempat di Indonesia di mana pesta politik ini hanya bertendensi kemenangan, tak soal dengan agitasi etnis dan agama. Maka kita mesti mewaspadai hal seperti ini disusupi mereka yang radikalis/teroris, terutama kepada masyarakat awam untuk bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah/agitatif sehingga stabilitas Indonesia tetap terjaga.” Kata Hamli, Indonesia jangan seperti Timur Tengah “spring” yang menelan banyak korban.

UAS Harus Dirangkul