Sejarah tersebut menurut Hamli perlu dicatat. Sebab pemberontak di Mekah yang lari itulah kemudian menyemai idiologi kekerasan di Afghanistan. “Paham ini yang pada dua dekade terakhir merasuki Indonesia,” timpal Hamli seraya mengajak pengamatan atas moderasi di Saudi akan mengarah kemana? Sukses atau gagal. Hal tersebut lantaran musim semi demokrasi di Timur Tengah sebagian besar menimbulkan korban dan membutuhkan proses panjang untuk mencapai sebuah kestabilan baru.
Poin ketiga konflik di Marawi dan Rohingnya. “Konflik di Marawi relatif selesai, namun Rohingnya belum.” Untuk itu perlu diwaspadai karena secara geografis sangat dekat dengan Indonesia. Sementara Indonesia menjadi “surga” bagi mereka yang berpaham radikal, lantaran luasnya wilayah negara, serta perlindungan dari lembaga HAM. “Aparat kita menangkap takut pelanggaran HAM. Maka mereka suka ke Indonesia dibandingkan ke Malaysia atau Singapura,” tutur Hamli seraya menyitir penangkapan oknum pelaku teroris di Majalengka memiliki bahan kimia bom luar biasa banyaknya dan terkait bom Cicendo, bom panci hingga bom thorium.
