Opini

Perhitungan Tahun Masehi dan Hijrah

Perhitungan Tahun Masehi dan Hijrah

Adapun tahun Hijriyah disebut sebagai tahun Islam, di antara sebabnya karena dalam beberapa pelaksanaan ibadah hitungannya sesuai perhitungan bulan, bukan perhitungan matahari, seperti puasa wajib di bulan Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha di bulan Syawal dan Dzulhijjah. Begitu juga musim haji adalah bulan Syawal, Dzulqaidah, dan Dzulhijah, dan lain-lain.

Namun proses penetapannya secara resmi sebagai tahun Hijriyah karena persoalan momentum oleh Khalifah Umar bin Khattab, sebagai pemimpin Islam pelanjut Nabi Muhammad SAW. sebagai kepala negara, maka disebut tahun Hijriyah, walaupun pada hakekatnya sudah diberlakukan tahun hijriyah sejak Nabi Muhammad SAW. seperti dalam pelaksanaan puasa dan haji.

Sekali-lagi, meningkatkan kualitas dan nilai keagamaan kita bukan hanya pada persoalan angka-angka dan jenis tahun, akan tetapi bagaimana memanfaatkan seiring dengan peredaraan waktu dengan mengisinya berupa amal-amal kebaikan.
Jangan sampai semangat berhijrah hanya pada bulan Muharram tahun Hijriyah yang dikenal sebagai tahun Islam, tetapi pada bulan-bulan lainnya, bulan Januari, Pebruari dan seterusnya tidak bersemangat lagi atau kendor semangat hijrahnya.