Alhamdulillah dengan modal apa yang diterima dari penjelasan Guru Besar saya di kampung halaman 37 tahun lalu hingga hari ini tetap membekas dalam ingatan. Inilah namanya ilmu berberkah dan bermanfaat.
Ilmu inilah yang saya sampaikan dalam Pengajian Tafsir al-Qur’an rutin Jumat malam di Masjid al-Jamaah Pontianak (21/8-2020). Pengajian di masjid ini, sudah lebih 10 tahun, sejak tahun 2010 sampai sekarang, bahkan bangunan fisik masjid juga sudah direnovasi dengan tampilan yang indah dan megah hingga berlantai tiga. Alhamdulillah.
Sungguh luar biasa, al-Qur’an sudah menyebutkan kedua jenis tahun Masehi berdasarkan Syamsiyah atau matahari, dan tahun Hijriyah berdasarkan hitungan Qamariyah atau bulan.
Al-Qur’an sudah menjelaskan kedua jenis tahun Masehi dan tahun Hijriyah ini yang kita gunakan dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, tidak perlu selalu dan terlalu mempertentangkan secara tajam, seolah-olah tahun masehi itu bukan tahun Islam, tapi tahunnya orang kafir. Padahal umumnya umat Islam menerima gaji dan bertransaksi menggunakan tahun masehi, kecuali di Pondok Pesantren sudah terbiasa menggunakan tahun Hijriyah.
