Opini

Perjuangan Panjang Sultan Hamid II Mendukung Kemerdekaan NKRI Berdaulat Penuh (2)

Perjuangan Panjang Sultan Hamid II Mendukung Kemerdekaan NKRI Berdaulat Penuh (2)
Repro foto dari kediaman Sultan Abubakar Alkadrie: Hamid bersama Dewan Pelaksana Harian Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB). Starting awal peran negarawan Sultan Hamid bagi kemerdekaan/kedaulatan Indonesia beranjak dari DIKB dan pertemuannya dengan Sukarno-Hatta di Muntok, 2 Maret 1949.

Anggota-anggota BFO memutuskan untuk mengadakan pertemuan yang kesekian kalinya di Jakarta. Ide Anak Agung Gde Agung (pimpinan delegasi BFO) berpendapat bahwa setiap langkah ke arah terwujudnya pemerintah federal sementara harus mengikutsertakan Republik Indonesia.

Pada awalnya wakil Kalimantan Barat (Sultan Hamid II) dan Sumatra Timur (dr. Masur) keberatan dengan usulan tersebut. Namun, pada akhirnya mereka dapat diyakinkan dan sidang BFO dapat merumuskan keputusan-keputusan penting sebagai berikut. 1.Penting untuk membentuk pemerintah federal sementara untuk mempersiapkan perwujudan Republik Indonesia Serikat. 2. Pemerintah Republik Indonesia yang ditawan di Bangka harus diikutsertakan dalam pemerintah federal sementara. Kemudian fakta sejarah hukum ketua BFO beralih ke Sultan Hamid II sebagai wakil DIKB.

Pada time line sejarah hukum inilah Sultan Hamid II “starting point” perjuangan diplomatik untuk mendukung kemerdekaan Republik Indonesia yang diawali dengan perjumpaan Sultan Hamid II dengan para tahanan negara 17 Agustus 1945 di Bangka, disinilah keterlibatan Sultan Hamid II dalam memperjuangkan Republik Indonesia agar adanya pengakuan kedaulatan penuh. Bagaimana caranya?