Beberapa mahasiswa Jerman saya sudah menjadi orang-orang vegan atau vegetarian yang strik sejak mereka remaja. Karena mereka terlalu menyayangi binatang. Atau karena mereka tidak setuju dengan perlakuan industri modern terhadap para binatang.
Kalau para mahasiswa itu diundang makan oleh orang Indonesia atau bahkan oleh KJRI Hamburg, maka mereka pun kebingungan karena kebanyakan lauk pauknya berdaging. Bahkan jenis masakan sayur pun suka dicampur potongan-potongan kecil daging. Sehingga mereka hanya bisa mengambil nasi dengan kerupuk saja jadinya. Atau kalau beruntung, bisa makan gado-gado (tanpa telur). Jenis sajian ikan pun tak bisa mereka santap. Sayangnya, soto pun ada suiran-suiran daging ayamnya.
Saya tetap menghormati orang-orang yang makan daging, tak makan daging, maupun yang sama sekali vegan.
Asal jangan daging yang aneh-aneh dan berlebihan!
====
