Opini

Prof Syarif di Mata Awak Media

Prof Syarif di Mata Awak Media

Di tahun 2011 saya berkesempatan meluncurkan buku bersama Mabes Polri di Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Soedirman, Jakarta. Buku yang saya tulis berjudul Cahaya Bhayangkara. Beliau turut diundang oleh Komjen Jusuf Manggabarani–sosok utama dalam biografi Cahaya Bhayangkara. Beliau hadir bersama budayawan A Halim Ramli dan tokoh kesultanan Max Jusuf Alkadrie maupun sejumlah tokoh Kalbar lainnya. Di sana Prof Syarif tampil enerjik sampai pada akhirnya Komjen Jusuf Manggabarani meminta Prof Syarif membedah buku Cahaya Bhayangkara lantaran mendapatkan anugerah MURI (Museum Rekor Indonesia) lantaran tercepat 1 bulan 4 hari dan tebal 444 halaman.

Kami kerap kali berkolaborasi. Sejak 1992 hingga kini. Tak terkecuali manakala Prof Syarif menerbitkan sejumlah buku dan bedah buku. Pujian kepadanya tak bisa dihitung dengan jari. Beliau tokoh intelektual yang menginspirasi. Sejak masa muda hingga kini tetap enerjik. Pemikirannya berapi-api. (* Direktur Pusdiklat TOP Indonesia dan Pemimpin Redaksi Media Online teraju.id)