Khalifah Utsman bin ‘Affan menjabat sebagai khalifah setelah terpilih secara demokratis melalui proses pemilihan yang dihadiri semua fraksi perwakilan semua suku terbesar pada zamannya dan menjabat selama 12 tahun. Oleh karena provokasi politik dan konspirasi politik jahat yang dihembuskan oleh Abdullah bin Saba’ bahwa Utsman bin Affan memerintah secara nepotisme, tidak adil, zhalim karena mengangkat para pejabat dari kalangan keluarga terdekat dan para koleganya. Issu dan provokasi politik inilah yang dihembuskan dan diviralkan kepada masyarakat sehingga masyarakat dengan gampang terpengaruh tanpa berpikir rasional dan jernih, akhirnya mereka demonstrasi. Sebagian penduduk Mesir yang terpengaruh sehingga di mata mereka, pokoknya Utsman bin Affan harus diturunkan, semua kebaikannya tertutupi oleh hawa nafsu kekuasaan dan kekuatan politik oleh para pendemo. Singkat cerita, sekitar 6000 orang, 2000 dari Mesir, 2000 dari Basrah, dan 2000 dari Kufah berdemonstrasi dan memberontak, mengepung kediaman khalifah Utsman bin Affan selama kurang lebih 40 hari (lebih sebulan). Para pemberontak berangkat dari Mesir, Basrah dan Kufah berpura-pura datang ke Mekah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji, tapi tujuan utamanya adalah politik ingin melengserkan dan membunuh khalifah Utsman bin Affan di Madinah.
Provokasi Politik dan Munculnya Hadis-Hadis Palsu
