Para pendemo dan pemberontak shalat berjamaah di lapangan halaman sekitar kediaman khalifah Ustman ‘Affan. Sementara para sahabat yang mendukung dan mempertahankan kebenaran hanya sekitar 700 orang, sehingga tidak seimbang. Akhirnya Utsman bin ‘Affan wafat dan mati syahid dalam keadaan sedang membaca al-Qur’an, Beliau dibunuh oleh pendemo dan pemberotak hanya karena berdasarkan issu dan provokasi politik jahat dan berita hoax oleh actor dan dalangnya yang bernama Abdullah bin Saba’ keturunan dari Yahudi sengaja menghancurkan umat Islam, melalui jargon-jargon politik.
Padahal, Utsman bin ‘Affan adalah khalifah ar-Rasyidin, menantu Rasulullah SAW. dari dua putri Beliau, yaitu Ummi Kaltsum dan Ruqayyah, Penghapal al-Qur’an, Utsman bin ‘Affan adalah pelopor yang sangat berjasa sehingga muncul Mushaf ‘Utsmani, dan banyak lagi jasa-jasa lainnya. Semua kebaikannya ini hilang, tidak dihitung dan tertutupi oleh nafsu amarah para pendemo dan pemberontak, hanya karena provokasi politik.
