Opini

Respon Budi Irawan Munir untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional

Respon Budi Irawan Munir untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional

*

Suatu hari sesama jurnalis kami berdiskusi soal Papua. Kenapa di Papua selalu terjadi “pemberontakan?” Seperti tidak berkesudahan. Hatta di era Presiden RI Ir Joko Widodo yang berbagi kebijakan infrastruktur luar biasa kepada Papua. Juga Bahan Bakar Minyak berlaku sama di seluruh Indonesia termasuk pelosok Papua. Kenapa masih berontak?

Dari diskusi panjang kami para jurnalis, adalah, “Jakarta” salah menangani Papua. Semestinya hak-hak otonom Papua diberikan sepenuh hati dan manusiwi. Pendekatan lokal adat dan tradisi akan lebih murni ketimbang penghisapan sumber daya alamiahnya, tunjuk saja hutan dan tambang. Freeport itu berapa triliun penghasilannya bagi NKRI? Seberapa yang kembali ke Papua? Wajar jika mereka menuntut keadilan dan menghadirkan keadilan itu tidak bisa dengan cara kekerasan yang menambah angka korban darah, bahkan nyawa.

Hasil terkini apa di Papua? Masih terjadi penembakan antara kedua belah pihak. Korban saudara kita–anak-anak Bangsa yang cerdas di Kopassus–bahkan polisi–hatta pekerja jalan–ditembak. Baku tembak masih terjadi.

Pengajuan Sultan Hamid II Pahlawan Nasional saya sebagai jurnalis berdiri tegak di bumi pertiwi. Mengingatkan Kementerian Sosial dan TP2GP (Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat) untuk tidak salah menangani. Arif dan bijaksanalah. Berikan jawaban dan solusi jika ada masalah dengan tertib administratif lalu berikan rekomendasi.