Opini

Sejarah Berdirinya Istana Glumpang Dua di Geurugok Kab Bireuen

Sejarah Berdirinya Istana Glumpang Dua di Geurugok Kab Bireuen

Glumpang dua, Blang Panyang (Nisam) dan Cunda berhasil diduduki oleh Ampoen Syik Syamaun. Protes kembali dilayangkan kpd belanda atas perbuatan Ampoen Syik Syamaun, Belanda memang piawai dalam memainkan perannya di konflik ini. Atas inisiasi residen belanda G.A Scherer, pada tahun 1889 utk menyelesaikan konflik horizontal ini, dibuatlah satu pertemuan besar antar ulee balang di wilayah Keujruen Peusangan, bertempat di Keude Amplah Nisam yg disebut deklarasi Keude Amplah. Pihak-pihak ulee balang yg hadir dalam pertemuan tersebut yaitu : T. Muda peusangan maharaja jeumpa dan T. Keujruen Nusyah pulo iboih dari peusangan barat. T. Bintara muda husin dan T. Bentara Muda Peureudan dari glumpang dua. Rhi Mahmud mewakili Blang Panyang, Nisam sbg tuan rumah dan Sawang di wakili oleh panglima prang muda dan Teuku Puteh. Sedangkan dari Cunda dan Meuraksa Bayu diwakili oleh Teuku Mahmud dan T. Bentara Muda Chik. Deklarasi ini menghasilkan suatu keputusan bahwa batas demarkasi antara peusangan barat dan peusangan timur adalah Glee mirah poen, Cot Ijue. Tetapi sayangnya perjanjian damai ini gagal, karena pertempuran masih terjadi antara kedua belah pihak. Pd th 1897 kembali dibuat suatu perjanjian damai di lhokseumawe yg di motori oleh Scherer. Kali ini perwakilan Peusangan timur menunjuk Maharaja Abdul Hamid sbg perwakilannya sedangkan peusangan barat menunjuk T.Raja Itam Geudong sbg perwakilan arbitrasenya, Untuk hakim Arbitrase ditunjuk T. Muda Osoeih (T.Nyak Muda Yusuf) Poelim Pidie sbg hakim arbitrase mewakili assisten residen G.A. Scherer. Deklarasi Lhokseumawe ini menghasilkan keputusan bahwa batas demarkasi antara peusangan barat dan peusangan timur adalah krueng tingkeum kuta blang. Akibat dari konsekwensi perjanjian ini, pihak peusangan timur harus memindahkan ibukota Glumpang dua dari Kuta Panjo, Meuse ke Geurugok. Pd th 1903 belanda mulai membentuk pemerintah otonom (zelfbesturder) setingkat wedana dan menunjuk T.Bintara Istia Muda peureudan sbg wedana glumpang dua dgn geurugok sbg ibukota pemerintah berikut segala fasilitas pemerintah dan rumah dinasnya. Demikianlah sejarah berdirinya Istana glumpang Dua, Geurugok.(Dosen IPB (alm) dikutip dari FB Murizal Hamzah)