Opini

Sejarah Membuktikan bahwa Penjara Bukan Berarti Seseorang Melulu Bersalah–Lihat Kisah Nabi Yusuf

Sejarah Membuktikan bahwa Penjara Bukan Berarti Seseorang Melulu Bersalah–Lihat Kisah Nabi Yusuf

Singkat cerita, lalu Allah ta’ala membuka cerita yang sesungguhnya, setelah tujuh tahun di penjara tadi, dan berlakulah hukum Allah ta’ala yang juga akan berlaku sepanjang zaman, “Mereka membuat skenario (makar) dan Allah juga membuat skenario. Dan Allahlah sebaik-baik pembuat skenario” (QS. Ali ‘Imran: 54). Sejarah lalu berbalik membela dan meninggikan Yusuf ‘alaihissalam. Makar Allah ta’ala yang sangat tampak dalam hal ini adalah mengajarkan pada Yusuf tentang ta’wil mimpi, lalu memberikan sebuah mimpi pada raja yang tidak bisa dita’wilkan oleh siapapun kecuali Dzat Yang Memberi mimpi. Di sini sangat kentara antara mimpi raja dan kemampuan ta’wil mimpi Yusuf, yang keduanya sama-sama dari Allah ta’ala.

Dan kemudian Yusuf ‘alaihissalam menjadi menteri yang berkuasa, melalui intervensi dari Allah ta’ala. Menurut Ibnu Katsir, tujuh tahun pertama Yusuf ‘alaihissalam berkuasa, Mesir dalam kondisi subur dan hasil bumi melimpah ruah. Lalu tujuh tahun berikutnya terjadilah paceklik. Pada masa inilah saudara-saudara Yusuf datang untuk membeli makanan pokok di istana Yusuf.

Ar-razy menambahkan bahwa masa Nabi Ya’qub ‘alaihissalam tinggal bersama Nabi Yusuf ‘alaihissalam adalah 24 tahun. Setelah itu Nabi Yusuf ‘alaihissalam masih berkuasa lagi di Mesir selama 23 tahun berikutnya.