Oleh : Eka Hendry Ar
Kalbar kembali berduka. Duka yang dalam tak terkira. Pesawat Sriwijaya dengan kode penerbangan SJY 182 yang membawa 62 penumpang dan kru dari Jakarta tujuan Pontianak hilang kontak, dan kemudian diketahui mengalami kecelakaan dramatis. Pesawat jatuh di sekitar laut Keepulauan Seribu. Tanggal 9 Januari 2021, akan dikenang sepanjang masa. Duka dan air mata, membasahi ibu pertiwi dan tanah bertuah Khatulistiwa. Sebagian besar korban adalah warga Kalbar, kerabat dan sahabat kita.
Tiada cara yang paling patut kita lakukan, sebagai rasa simpati dan emphati yang amat sangat mendalam, adalah do’a dan rasa bersama-sama menanggung lara. Do’a terbaik yang kita sanggup persembahkan, agar semua saudara kita yang pergi mendapatkan rahmat dan ampunan dari Tuhan YME. Kemudian kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan dan kesabaran menerima ujian yang amat sangat berat ini.
Tulisan ini penulis dedikasikan kepada para korban SJY 182, sebagai do’a, impresi yang mendalam dan tadzkirah (peringatan) kepada kita yang masih diberikan kesempatan menikmati kehidupan di dunia ini. Judul “pulang kampung” adalah potongan kalimat yang terambil dari sebuah video viral instagram yang konon adalah korban yang termaksud. Rekaman dalam video, “da.. da.. da.. “. Kemudan insta story bertuliskan “bye bye keluarge semue kita pulang kampung dulu ya” (dengan emotion ciuman).
