Ini gejala menghadirkan jiwa kekanak-kanakan (bukan dalam artian childish yang cenderung negatif), akan tetapi jiwa yang dipenuhi kegembiraan meski untuk hal-hal yang kecil dan sepele. Kemudian jiwa kekanak-kanakkan juga jiwa yang bukan pendendam dan mudah berdamai. Tempat kiranya, istilah “small is beautiful”.
Khulasah dari iseng-iseng ini, saya mengambil ibrah (pengajaran) bahwa, kita yang bukan siapa-siapa, jika “dipoles” dengan sains (ilmu pengetahuan), rasa estetika yang tinggi dan dilakukan sebagai hobi, maka kita bisa bermetamorfosa dari nothing menjadi valuable and meaningful (bernilai dan bermakna).
Penulis adalah Dosen IAIN Pontianak
