Wah. Payah. Pak Sekda orang baik. Dia banyak mempermudah upaya penulisan hingga pameran beruntun tiga bulan tentang Sang Perancang Lambang Negara, bahkan membuka pameran di Gedung Arsipda dalam rangka peringatan Hut RI 17 Agustus 2013 hingga Hut Kota Pontianak 23 Oktober 2013 pasca launching buku biografi politik Hamid. Ia alumni S2 Australia yang juga tak lain tak bukan negeri persemakmuran/commonwealth/atawa federal.
Ingatan saya tak meleset. Memang masih ada 1 buku di lemari pustaka pribadi. Begitu jejak di tangan, segera saya bolak-balik apakah di antara hampir 600-an halaman buku tersebut ada secarik kertas oret-oret saya yang terselip. Maklum jurnalis alias wartawan terbiasa oret-oret info dan ditaroh di mana-mana terutama di buku yang sedang dicinta, apalagi dibedah di berbagai acara media, atau bersama sejawat kawula muda.
Yamaha hitam saya pacu dari Purnama Agung VII ke pusat niaga Bumi Khatulistiwa Jl Gajahmada. Daerah Pecinan.
Fokus mata pada peta jalan di otak dus, menusuk masuk Hotel Kapuas Palace. Saat itu jam di pergelangan tangan menunjukkan angka 10 lewat. Saya segera mencari lokasi kosong parkir motor, dan sejauh mata memandang di lokasi halaman parkir penuh kendaraan roda empat. Sebagian besar plat merah. Memang biasa begini jika ada acara pemerintah.
Saya segera masuk pintu utama. Melangkah ke ruang lobby yang megah seraya mencari-cari masih di ruang Ballroom atau manakah mereka? Rupanya pembukaan acara telah selesai dilakukan Sekda dari Function Hall, dan kini sedang rehat di resto.
