Opini

Tawadhu’ Itulah Kualitas Spiritual Diri

Tawadhu’ Itulah Kualitas Spiritual Diri
Dr H Wajidi Sayadi

Termasuk di antaranya misalnya perlu bersikap tawadhu’ menyikapi Fatwa MUI berkaitan masalah pelaksanaan ibadah di tengah kondisi wabah virus corona dan Himbauan Pemerintah, agar terhindar dari rasa takabbur.

Mengolok-olok, mencaci maki, menganggap remeh bahkan ada yang ingin menantang Fatwa MUI dan Kebijakan Pemerintah dengan segala macam dalil, boleh jadi kita tidak sadar bahwa sesungguhnya kita sudah memperlihatkan kesombongan, dan jauh dari sikap tawadhu’.

Tawadhu’ adalah menghormati orang yang lebih tinggi dari dirinya karena keutamaannya.
التواضع هو تعظيم من فوقه لفضله

Kata imam al-Qusyairiy dalam ar-Risalah, tawadhu’ adalah pasrah kepada kebenaran dan tidak berpaling dari ketentuan hukum.
Syekh Fudhail pernah ditanya, tentang apa itu tawadhu’? Beliau menjawab, tawadhu’ adalah tunduk dan patuh terhadap kebenaran dan menerima kebenaran itu dari siapa pun yang mengatakannya.

Asy-Syibli bertanya kepada seorang laki-laki: “Siapa engkau?” Orang itu menjawab: “Saya adalah sebuah titik di bawah “ba”. Lalu Asy-Syibli berkata: “Kalau begitu, engkau adalah saksiku engkau menganggap rendah kedudukan dirimu sendiri.”

Allah SWT. berfirman:
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu. (QS. asy-Syu’ara’, 26: 215).

Kata جَنَاحٌ dalam ayat ini pada dasarnya berarti sayap. Mengapa diartikan diri atau hati. Rendahkanlah sayapmu, dalam penegrtian rendahkanlah hatimu.