Opini

Upaya “Cross Check” Fakta Sultan Hamid II

Upaya “Cross Check” Fakta Sultan Hamid II

Ada pula kesaksian jurnalis senior, HA Halim Ramli, yang mengawinkan Akcaya dengan Jawa Pos sehingga menjadi Pontianak Post sekarang ini–koran terbesar di Kalbar. Juga ada Aswin Taufik mewakili Pemkot Pontianak dan staf ahli Gubernur Kalimantan Barat. Ada pula Syarif Melvin Alkadrie yang kini Sultan Ke-9 Istana Qadriyah Pontianak. Ada praktisi hukum Denny Amiruddin, serta tentu saja Ketua Yayasan Hamid Anshari Dimyati, Turiman Faturahman serta saya dan istri Dwi Syafriyanti.

Jadi, melahirkan buku Biografi Politik Sultan Hamid II melewati serangkaian tahap. Mulai dari liputan pers kampus (tahun 1994), skripsi, tesis, hingga pengakuan orang-orang yang berinteraksi langsung dengan Sultan Hamid II Alkadrie. FGD pertama itu disusul dengan FGD berikutnya di Kediaman Sekda Kalbar Drs HM Zeet Hamdy Assovie, MTM di mana hadir lebih banyak pakar, antara lain Dr Hermansyah (pakar hukum pidana), Prof H Slamet Rahardjo, bahkan Kodam XII Tanjungpura, Lanud Soepadio/TNI AU, TNI AL dan Polda. Semua matra TNI/Polri kita undang dan mereka melihat fakta-fakta sejarah secara nyata bukan “katanya-katanya”. Misalnya “katanya Sultan Hamid makar pada negara”, misalnya “Sultan Hamid bukan perancang tunggal Garuda Pancasila,” misalnya pro-kontra antara unitaris dan federalis hingga Peristiwa Westerling.