Lalu apa artinya ini? Hanya apabila jemari kita menyentuh semua barang yang berada di sekitar pengidap dan virusnya belum mati saja, dan kita menyentuh wajah, memasukkan jari ke hidung mengucek mata, maka kita baru akan tertular.
Lalu bagaimana orang-orang yang berada jauh dari pengidap virus? Barang tentu tidak mungkin tertular. Jangankan orang yang berada sekota, setetangga dengan pengidap corona saja pun atau ada yang positif mengidap virus corona, kecil kemungkinan tertular. Kasus positif corona sudah pasti tidak berkeliaran, atau hanya mungkin berkeliaran kalau lolos dari deteksi, atau tidak mau berobat walau flu dan sesak napas. Tapi ini kecil kemungkinan.
Jadi, yang dalam tubuhnya membawa virus corona, adalah mereka yang mengidap tapi belum kelihatan sakit. Kita tahu secara epidemiologis, di antara satu pengidap virus ada lebih 10 orang yang berpotensi tertular. Lalu dari yang sepuluh sudah tertular masing-masing menulari lagi 10 lainnya menjadi 100 yang tertular.
Jahatnya virus corona adalah karena daya tularnya yang tinggi dibanding sekerabat corona lainnya. Namun untungnya, angka kematian corona virus tetap hanya 2 persen saja dibanding SARS yang bisa 15 persen.
