Opini

Ziarah ke Makam Keramat Pangeran Hamid di Angke-Jakarta

Ziarah ke Makam Keramat Pangeran Hamid di Angke-Jakarta

Om Max bertanya. “Kau pernah ziarah ke Angke belum?”
Saya bilang tidak pernah. Inilah kali pertama beranjak ke sana. Saya tidak pernah tahu ada Alkadrie dimakamkan di Jakarta. Ulama dan pejuang pula.

pangeran hamid

*

Mobil kami parkir di salah satu sudut jalan. Di dalam mesjid dan makam ramai jamaah. Mereka berzikir.
Saya ikut masuk. Sholat sunnah. Kemudian menyimak situasi sekeliling. Seperti biasa masuk makam membaca doa dan salam.
Makam keramat di Indonesia diberikan bangunan. Diberikan selubung. Saya memotret beberapa sudutnya. Juga salasilahnya yang sambung sampai ke Rasulullah Muhammad SAW. Memang Alkadrie adalah cucu-cicit Rasulullah dari Fatimatul Zahra – Sayyidina Ali Bin Abi Thalib RA. (Shallu ‘alan Nabi).

*

Allahyarham Pangeran Syarif Hamid bin Sultan Syarif Abdurahman Alkadrie wafat dalam usia 64 tahun, 1854. Makamnya terletak persis di depan Masjid Jami’ Angke. Makam ini banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, khususnya pada Kamis malam saat diadakannya pembacaan Yasin dan doa bersama. Menurut situs ensiklopedi Jakarta, kepadatan peziarah hungga berjumlah ribuan biasanya terjadi saat ‘haul sohibul maqom’ Pangeran Syarif Hamid bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie yang jatuh pada satu hari setelah Hari Raya Idul Adha.