Opini

Ziarah ke Makam Keramat Pangeran Hamid di Angke-Jakarta

Ziarah ke Makam Keramat Pangeran Hamid di Angke-Jakarta

Sebenarnya masih banyak makam-makam lainnya di dalam kompleks Masjid Angke, hanya saja yang menjadi tujuan utama para peziarah adalah makam Allahyarham Pangeran Hamid, hingga banyak yang menganggap makam ini “keramat dan mempunyai tuah”. Berdoa di makam orang-orang sholeh juga dianjurkan, tetapi untuk mendoakan yang berada di dalam makam dan diri sendiri, tentunya ditujukan kepada Allah semata. Bukan sebaliknya, maksudnya memohon kepada Allah dan bukan makam.

Di belakang makam Habib Pangeran Alkadrie terdapat makam Ibu Ratu Pembayun Fatimah, putri Sultan Maulana Hasanuddin dari Keraton Surosowan Banten, yang menjadi isteri Pangeran Tubagus Angke. Di halaman belakang masjid terdapat Makam Syaikh Liong Tan, arsitek Masjid Angke Jakarta. Ada juga makam Syarifah Maryam, dan Syekh Jaffar, keluarga Pangeran Sultan Hasanuddin dari Banten. Nisannya berbentuk bulat dengan hiasan kerucut di bagian atas. Kedua makam diberi pembatas besi dan ditutup dengan kelambu. Di sekitar masjid ini juga ada makam orang-orang keturunan Arab, Bali, Banten, Pontianak, dan Tartar. Jumlahnya 30 makam, dengan nisan berhiaskan ukiran kuncup padma, tumpal (segi tiga), dan sulur-suluran.
Inilah kali pertama saya berziarah ke Makam Angke. Saya melihat ada pertautan sejarah Pontianak-Jakarta yang sangat kuat. Ada pertalian sejarah kesultanan dan perjuangan nasional yang kental.