Ketiga, kedua budaya komunikasi (LCC dan HCC) memang memiliki karakter dan tipe yang sangat berbeda, bahkan bertolak belakang. Karena itu, antara keduanya cendrung untuk saling bertentangan. Artinya, orang yang datang dari budaya komunikasi yang saling berbeda punya kecendrungan untuk konflik, sebagaimana gaya komunikasi Ahok (yang LCC) dengan kebanyakan masyarakat Indonesia (yang HCC). Namun bagi sebagian yang memiliki kecendrungan budaya komunikasi yang sama (sama-sama LCC atau HCC), justru akan saling mendukung satu sama lain. Dari sinilah kita melihat adanya pendukung Ahok yang memiliki kecendrungan budaya komunikasi yang sama (LCC). Sebaliknya, para penentangnya adalah mereka yang cendrung lebih HCC.
Ahok dan Budaya Komunikasi
