Politik

Ahok dan Budaya Komunikasi

Ahok dan Budaya Komunikasi

Keempat, adakah salah satu dari kedua budaya komunikasi itu lebih baik dari yang lain? Tentu saja tidak. LCC dan HCC punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. LCC dan HCC harus dipahami dengan baik sebagai satu gaya dalam berkomunikasi. Kita memerlukan individu (apalagi pemimpin) yang LCC (tegas, lugas, jujur, tidak neko-neko, terbuka dan pemberani). Sebaliknya kita juga perlu individu (apalagi pemimpin) yang HCC (santun, beretika, lemah lembut, mengayomi, memahami perasaan). Karena itu, marilah untuk kita saling memahami, terutama gaya kepemimpinan dan budaya komunikasinya. Janganlah kita terjebak dalam situasi saling hujat, saling mencaci maki, dan saling membenci hanya karena ketidak-pahaman kita akan budaya komunikasi masing-masing. Sebab, kenyataannya kedua budaya komunikasi ini mungkin saja ada pada setiap kita. Hanya saja, ada salah satu yang lebih dominan dalam prilaku komunikasi kita, HCC atau LCC. Wallahu a`lam. (Penulis: Pencinta Kajian Komunikasi Antarbudaya Mengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Kalimantan Barat, Indonesia)