Gubernur Kalbar, H Sutarmidji, SH, M.Hum menegaskan dalam webinar, bahwa diakui atau tidak sebagai pahlawan nasional, jasa-jasa Sultan Hamid II telah ada di dalam dada setiap warga Kalbar. Ia mendorong studi-studi ilmiah demi menguak peran besar perjuangan Sultan Hamid II. “Hasil penelitian yang ada terus disosialisasikan,” ungkapnya seraya menyatakan bahwa Jalan Sultan Hamid II diusulkan oleh dirinya bersama Syarif Achmad dan Simon Alkadrie untuk menunjukkan sikap warga Pontianak bahwa Sultan Hamid adalah pahlawan. Nama ayahnya juga disematkan sebagai nama RSUD Kota Pontianak.
“Itu semua rangkaian kita memperjuangkan Sultan Hamid sebagai pahlawan nasional,” tambahnya. Midji, demikian ia akrab disapa menambahkan bahwa dia sudah dua kali meneken pengajuan pahlawan nasional untuk Hamid,masing-masing sebagai walikota dan gubernur Kalbar.
Webinar semakin seru dengan pernyataan H Syarif Abdullah Alkadrie, SH, MH. Wakil rakyat Kalbar di DPR RI ini menyatakan bahwa era 1945-1950 masa krisis Indonesia merdeka. Momentum pengakuan kedaulatan dapat diperjuangkan oleh Sultan Hamid. “Jika tidak ada pengakuan kedaulatan di arena KMB, entah apa jadinya Indonesia,” imbuhnya.
