Kapasitas ruangan Convention Hall cukup menampung 200 orang dengan kondisi pandemi di mana standar Covid-19 berlaku. Adapun ruang zoom webinar menampung 100 peserta perwaklan seluruh Indonesia termasuk Prof Dr Anhar Gonggong dan pakar lainnya di Indonesia. Selebihnya seluruh rakyat Indonesia bisa menyimak secara live di YouTube teraju.id. “Via teraju.id channel YouTube pertanyaan bisa disampaikan via teks,” ungkap panitia teknis bidang IT, Yaser Syaifudin, ST. Request undangan dan link webinar ke no WA 08125710225.
Seminar nasional sekaligus webinar nasional ini adalah kali yang ketiga setelah sebelumnya juga webinar nasional bersama Wakil Ketua MPR-RI Prof Dr Hidayat Nur Wahid serta 1.930 guru sejarah yang tergabung di dalam AGSI (Asosiasi Guru Sejarah Seluruh Indonesia). Rekam jejak seluruh pembicaraan terekam dengan baik di YouTube teraju.id.
Dengan rekaman total webinar nasional itu tidak ada fakta yang tertutup. Semua pihak di NKRI ini bisa turut ambil bagian memberikan penilaian. Apakah Sultan Hamid II layak ditabalkan sebagai pengkhianat negara sementara lambang negara yang dignakan sampai sekarang ini merupakan karya ciptanya, atau memang Sultan Hamid II sudah semestinya didudukkan secara adil seadil-adilnya sebagai pahlawan nasional pemersatu bangsa sesuai simbol-simbol tercantum dalam lambang negara Elang Rajawali Garuda Pancasila. (kan)
