Berita

Faktor Kemanusiaan di Tengah Protokol Covid-19

Faktor Kemanusiaan di Tengah Protokol Covid-19

Singkat cerita, istrinya yang malang itu kemudian melahirkan bayi yang dikandungnya. Ia melahirkan sendiri, di ruang isolasi, tanpa didampingi oleh satu orangpun petugas medis.

Ya allaaaaah…

Dan yang teramat menyedihkan adalah, sehari setelah melahirkan itu, Sang istri dipanggil kehadirat Sang Pencipta. Ia wafat setelah melewati proses persalinan yang sangat dramatik.

Yang membuat Bang Shab semakin sedih adalah ia tak memiliki kesempatan sama sekali untuk mendamping Sang istri usai melakukan persalinan. Sang istri melewati detik-derik sakaratul maut tanpa ada satu orangpun yang berada di sampingnya.

Ya Allaaah….

**

Setelah dinyatakan wafat, kemalangan sahabat saya ini tak lantas usai.
Sambil terisak, sahabat saya ini bercerita bahwa beberapa waktu setelah ia memperoleh khabar bahwa istrinya telah wafat di ruang isolasi itu, ia didatangi oleh petugas rumah sakit. Petugas itu memintanya untuk menandatangani sebuah surat yang menyatakan bahwa penyebab kematian istrinya adalah karena terinfeksi covid-19.

Dalam surat itu Bang Shab juga diminta untuk menyetujui bahwa proses pemakaman istrinya akan dilakukan dengan protokol pemakaman covid.

Sahabat saya menolak keras permintaan petugas. Nalar kemanusiaannya bekerja.