Bang Shab pun kemudian menceritakan awal muasal kemalangan yang menimpanya itu. Menurut Bang Shab, kemalangannya itu berawal saat istrinya yang tengah mengandung 8 bulan mengalami mulas seperti seorang yang akan melakukan persalinan.
Karena khawatir, Bang Shab kemudian membawa istrinya ke klinik bersalin. Setelah diperiksa oleh bidan, klinik bersalin lalu merujuk istri Bang Shab ke Rumah Sakit.
Tanpa banyak pertimbangan, Bang Shab langsung membawa istrinya ke UGD rumah sakit milik Pemda. Di UGD, Istri Bang Shab yang sedang mengalami sakit tak tertahankan itu ternyata tidak langsung mendapatkan pertolongan medis. Istrinya harus melewati pemeriksaan lab terlebih dahulu. Prosedur ini diterapkan berdasarkan prosedur protokol covid-19.
Setelah melakukan pemeriksaan, oleh pihak rumah sakit, istri Bang Shab dinyatakan positif covid 19. Karena dinyatakan positif covid, istri Bang Shab tak boleh dirawat di ruang biasa, melainkan harus dirawat di ruang isolasi.
Karena berada di ruang isolasi, Bang Shab pun tak bisa menemani Sang istri yang sedang mengalami kesakitan yang luar biasa itu. Bang Shab hanya bisa berkomunikasi dengan istrinya melalui Hp.
Melalui Hp itu, Bang Shab mendapatkan informasi dari istrinya bahwa selama di ruang isolasi itu, petugas medis jarang mengunjunginya. Ia lebih sering seorang diri bersama rasa sakit yang menikam-nikam rahimnya.
