in

Hari Istimewa Badan Wakaf Indonesia

rapat bwi


Oleh: Nur Iskandar

Apa yang istimewa? Seperti maksud judul di atas? Banyak. Banyaaaak.
Pertama secara kebetulan hari H – jam H dan tanggal H sama. Yakni jam 12, tanggal 12 dan bulan 12, sehingga runut 12-12-12 tahunnya 2020. Angka cantik. Bahkan sangat syuantik Brow. Setidaknya mudah untuk dikenang bagi Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kalbar yang baru saja dilantik Ketua BWI Pusat, Prof Dr H Muhammad Nuh pada 18 Oktober 2020. Terhitung dua bulan. Namun dalam dua bulan itu telah diselenggarakan berbagai rapat atau pertemuan. Mulai dari menyusun perencanaan pelantikan yang saat itu dirangkai dengan pelepasan kontingen LPTQ ke MTQ Nasional Padang, juga setelah pelantikan secara visual-virtual akibat Pandemi Covid-19 itu yakni rapat sambung rasa antara pengurus lama dan baru. Lalu ditindak-lanjuti lagi dengan meeting di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat berupa tempat Sekretariat BWI menyoal prioritas program kerja secara umum. Progja secara umum yang diklaster kepada seluruh bidang yang ada di BWI kemudian dicincang kembali di kediaman Prof Dr H Kamarullah, SH, MH selaku Ketua BWI Kalbar di Gg Kurnia, Paris (Parit Haji Husin) 1 Pontianak dengan melahirkan program jangka pendek dan panjang BWI masa bhakti 2020-2023.

Pada 12/12/12 tahun 2020 kemarin diselenggarakan hal-hal istimewa pula. Pertama pada pukul 08.00-10.00 BWI Kalbar bidang wakaf produktif menyelenggarakan sosialisasi wakaf dengan pendekatan pantun. Hal ini unik dan baru pertama kali digelar BWI seluruh Indonesia. Secara pula pantun itu niscaya. Ia telah menjadi sastra lisan yang berurat-berakar di Nusantara. Kegiatan ini bersifat nasional virtual diikuti berbagai provinsi seluruh Indonesia. Diharapkan dengan skill individual perpantunan maka sosialisasi wakaf yang kini tidak hanya soal tanah dan mesjid serta makam maupun pondok pesantren, juga sampai kepada wakaf uang bisa digencarkan dan menambah literasi wakaf. Juga menumbuh-suburkan wakif-wakif baru sekaligus nazir-nazir profesional baru sesuai harapan Ketua BWI Pusat Prof Dr HM Nuh mantan Mendikbud yang kini masih juga sebagai Ketua Dewan Pers Indonesia. Narasumber bidang wakaf tampil Ketua BWI Kalbar Prof Dr H Kamarullah, SH, MH pakar hukum tata negara Universitas Tanjungpura dan bidang pantun Rendra Suryadiharja, S.Sos. M.IP yang juga pemecah rekor MURI dengan pantun non-stop selama 6 jam di Taman Ismail Marzuki dari Tanjungpinang, Kepri.

kamarullah

Kegiatan di atas diapresiasi berbagai provinsi sebagai kreatif, inovatif dan produktif. Lalu bidang wakaf produktif terus akan membawa pointers kegiatan komunikasi wakaf Indonesia via pantun tersebut lebih dalam lagi seperti pemasangan berbagai pantun nasihat di spot Wisata Kampoeng Wakaf yang ada di Kalimantan Barat khususnya segmen Sungai Kapuas dan Sungai Punggur yang berjarak 15km sekaligus garis sepadan antara Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Wisata Kampoeng Wakaf ini adalah pilot projects pertama BWI Kalbar di tahun 2020 kerjasama Konsorsium Tentara Wakaf Produktif Indonesia (Tawaf Indonesia). Di sana akan ada Museum Pantun 1000 Sungai. Juga akan ada sekolah pantun di mana pantun identik dengan Melayu, Melayu identik dengan Islam. Islam maju dengan peradaban wakaf. Wakaf sendiri adalah instrumen Islam yang egaliter. Wakaf bisa merangkul lintas etnis bahkan lintas agama. Turut serta mencerahkan jagat perpantunan dan perwakafan di Serumpun Berpantun itu adalah Direktur Pembinaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Drs H Tarmizi Tohor, MA. Mantan Kakanwil Kemenag Kepri ini luwas dalam pantun yang berbalas. Aktivitas Berbalas Pantun versi wakaf ini juga dicatatkan dalam Rekor Unesco PBB untuk Warisan Budaya Tak Benda.

Keistimewaan berikutnya adalah rapat di Sari Bento, Museum Negeri Pontianak di hari yang sama. Di sini sambil menikmati masakan asam pedas dibahas soal fiks gedung sekretariat, pemasangan plank nama organisasi, peluncuran website BWI Kalbar yang mencantumkan banyak alur informasi sistematis serta kegiatan perwakafan di seantero Kalbar dan nasional-internasional.

Dibahas pula rencana audiensi dengan Gubernur Kalbar berkoordinasi tentang progja BWI, peningkatan profesionalitas nazir, papanisasi dan sertifikasi lahan wakaf, pelantikan BWI kabupaten/kota, hingga Perda Wakaf Produktif. Rapat dimulai lepas zuhur berakhir menjelang Ashar. Pembentukan BWI kabupaten kota diharapkan rampung seluruh Kalbar dalam 1 periodisasi BWI kali ini. Jumlahnya 14 wilayah dengan luas Kalbar 1,5 kali luas Pulau Jawa plus Pulau Madura dan Pulau Bali.
Optimisme dirasakan team-work BWI Kalbar yang dilantik 18-10-20 dengan masa bakti 3 tahun (2023). Alamat kantor BWI di Kanwil Kemenag Kalbar untuk segala urusan perwakafan, baik wakaf baru dengan ikrar wakaf–maupun yang telah lama. BWI berlokasi di Jl Sutan Syahrir-Kota Baru persis di dekat Rumah Melayu dan Rumah Radakng yang sangat terkenal sebagai daerah kunjungan wisata Kota Pontianak-Kalimantan Barat–Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Kalbar.

Pembaca dapat juga melawat BWI Kalbar melalui website bwikalbar.or.id. Oleh karena itu di hari istimewa 12-12-12 kami sambut pembaca dengan ucapan selamat berinteraksi dengan BWI sehingga pemberdayaan wakaf menjadi aksi nyata mewujudkan kemakmuran dibangun atas kebersamaan dan kegotong-royongan Serumpun Indonesia–Serumpun Nusantara–Serumpun Elok Berpantun Bersuka-suka–Bersukacita–Bersukaria. (Penulis adalah Pegiat Wakaf Literasi-Literasi Wakaf. Anggota BWI Kalbar Bidang Wakaf Produktif. CP-WA 08125710225). Foto kegiatan rapat di Saribento Museum dan flayer Serumpun Berpantun kolaborasi BWI dengan lembaga-lembaga lainnya di Kalbar dan Indonesia untuk WBTB Unseco Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

tarmizi tohor

Hari Ini BWI Kalbar Sentuh Wakaf dengan Budaya Pantun

covid 19

Covid19