Kemudian, ibu itu memutuskan melanjutkan perjalanan. Saya tunggu beliau agak jauh sedikit. Baru mulai jalan beberapa meter, sudah mogok. Lama lagi beliau berhenti di situ. Mau ke kanan tak jadi, ke kiri ragu-ragu.
Saat baru mau jalan lagi, motornya nyangkut. Ibu itu turun dari motor, dimatikannya mesin, kemudian motor didorong. Beberapa kali anak kecil yang masih di atas motor hampir terjatuh. Sendal jepit yang dipakainya tertinggal di dalam lumpur.
Dan hari ini, dari pagi matahari tak sempat muncul. Sudah hujan lebat. Saya tarik nafas dalam-dalam sebelum berangkat kerja. Tentu jalannya lebih menantang.
Semoga saja jalan ini akan segera mendapat curahan adonan semen. Supaya tidak spot jantung setiap akan melintasinya. Dan semoga juga, jembatan utama yang menghubungkan Teluk Nangka dan Kubu akan segera jadi. Jikapun jalan tanah ini masih becek, saya bisa mutar arah, lewat jembatan. Amin. (*)
