in

Jokowi si Pengusaha Kayu dan Ekonom UI Sri Mulyani Jumpa Pertama Tahun 1998–Takdir Menetapkan Keduanya Duduk dalam Satu Kabinet Kerja

IMG 20200722 WA0001
Sri Mulyani bergaun putih jumpa pertama dengan Ir Joko Widodo di Surakarta, 1998. Foto Repro

teraju.id, Surakarta – Reformasi 1998 masih lekat dalam ingatan, bagaimana ibukota membara dan merambah sampai ke daerah-daerah. Konflik berkecamuk sampai “berdarah-darah”. Kita ingat bagaimana konflik di Ambon, Poso, Sambas dan Kalimantan Tengah.

Saat itu seorang pengusaha kayu bernama Ir Joko Widodo berinisiatif membuka cakrawala ekonomi Surakarta tempatnya bekerja dengan menghadirkan ekonom dari Universitas Indonesia, yang populer saat itu adalah Dr Sri Mulyani.
Hal ini diceritakan Mayor, si pemilik foto yang kini sedang viral di sosial media lantaran diunggahnya di laman FaceBook miliknya. Mayor berkemas rumah akibat Pandemi Covid-19 dan menemukan foto unik dua dekade lalu. Tampak dalam foto unik miliknya Joko Widodo berbaju safari–jas biru lengkap dengan dasi. Sementara Sri Mulyani santai bergaun putih nan cantik. Mereka didampingi panitia dan wartawan.

Tak disangka dan tak dinyana keduanya duduk dalam kabinet yang sama, walaupun Sri Mulyani duluan menjadi Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kala itu Joko Widodo juga naik level menjadi Walikota Surakarta (baca: Solo).
Nasib baik berpihak di tangan Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi–tokoh yang populer suka blusukan di masa menjadi Walikota dan Gubernur DKI–menjadi Presiden Indonesia dua periode. Ia mempercayakan posisi menteri keuangan kepada sosok “idolanya” dalam perekonomian, yakni Sri Mulyani. Dan keduanya kerap mencetak prestasi karena dilandasi spirit ilmu yang ilmiah.
Ini fakta sejarah yang tidak bisa bohong. Bahwa keduanya ada “eagerness” membangun secara eksponensial di bidang ekonomi dan kemakmuran rakyat.

Baca Juga:  Kajur Arsitektur POLNEP Pontianak Apresiasi Kegiatan Penelitian di Lemukutan

Di Kompas di ceritakan, bahwa foto Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terjadi pertama kali saat keduanya belum menjadi pejabat negara. Gambar unik itu diunggah Mayor Haristanto di akun Facebook-nya pada Selasa (14/7/2020) pukul 06.33 WIB.

Dokumentasi itu secara tidak sengaja ditemukan kembali Mayor Haristanto saat sedang membersihkan tumpukan barang di gudangnya. “Karena pandemi ini saya bersih-bersih gudang di rumah. Saya menemukan foto ini, saya unggah di Facebook saya, dan sekarang katanya viral,” kata Mayor yang saat itu menjadi panitia pelaksana seminar saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (20/7/2020) malam.

Mayor mengatakan, foto itu diambil saat berlangsungnya satu seminar ekonomi yang diselenggarakan Forum Bisnis (Forbis) Surakarta di Gedung Grha Wisata Niaga Surakarta pada Jumat (14/8/1998). Sri Mulyani hadir sebagai pembicara seminar. Dalam keterangan gambar, Sri Mulyani diundang sebagai pakar ekonomi dan akademisi dari Universitas Indonesia (UI). Moderator seminar adalah pengusaha nasional sekaligus humorolog Jaya Suprana. Menurut Mayor Haristanto, seminar ekonomi diselenggarakan Forbis Surakarta setelah kerusuhan 1998. Seminar tersebut disponsori oleh Jokowi yang saat itu masih menjadi pengusaha kayu. “Dari Forbis merancang sebuah seminar pasca-kerusuhan itu. Saya kenal Pak Jokowi dan ide itu saya tawarkan dan Pak Jokowi menyetujui lewat bendera PPK (Paguyuban Pengrajin Kayu) Bimointernasional,” sebutnya.

Baca Juga:  Komisi Yudisial Buka Pendaftaran Hakim Agung--Hakim Tinggi Pontianak Siap Daftar

Masih menurut Kompas.com, perwakilan dari Forbis Surakarta yang juga pelaksana seminar, Bambang Haryanto, seminar 1998 itu bertujuan untuk meminta masukan dari pakar setelah kerusuhan 1998. “Saat itu yang terkenal Ibu Sri Mulyani. Kemudian ngobrol sama Pak Jokowi yang saat itu pengusaha kayu. Pak Jokowi bersedia dan seminar diselenggarakan pada hari Jumat itu,” terang dia. Dia mengatakan, seminar ekonomi tersebut sekaligus bertujuan untuk membangkitkan ekonomi selepas kerusuhan 1998. “Kita ingin memberikan semacam prospek ke depannya, hambatannya apa. Pengusaha Solo butuh masukan pakar. Pakarnya satu yang kami percayai satu dan moncer saat itu Bu Sri Mulyani,” ucapnya.

Sri Mulyani saat reformasi bergulir memang bercahaya terang. Dia juga diminta untuk membuka perkuliahan magister management di Universitas Tanjungpura. Sahabat dekatnya dari Fakultas Ekonomi Untan, Dr Memet Agustiar menghadirkannya. Dan ulasan Sri Mulyani soal hutang bangsa amat sangat ciamik. “Saya kalau jadi Menteri Keuangan, tak akan bisa tidur nyenyak melihat begitu banyaknya pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan bangsa,” ungkapnya.

Para mahasiswa Magister Management Untan yang mengikuti Stadium Generale (SG) pasti tahu bagaimana kepiawaian ulasan Sri Mulyani, si anak guru besar kelahiran Lampung tersebut. (kan)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

WhatsApp Image 2020 07 21 at 23.18.55

Alumni Indonesia Journalist Programme Wujudkan IJP-Institute–Menulis Buku–Kembangkan Kepakaran

Menteri Haji Arab Saudi Muhammad Benten

Pertama Kali dalam Sejarah, Haji Hanya Seribu Orang–Tetap Jaga Jarak dan Protokol Covid-19