teraju.id, Pontianak – Dalam jagad pendidikan Kalbar nama Drs H Soedarto tak asing dan tak diragukan eksistensinya. Dia guru dan dosen serta pengamat yang kritis sekaligus solutif. Tulisan atau artikelnya terpapar di berbagai media.
Wajar, publik mengenalnya dengan baik, terutama sesiapa yang pernah berinteraksi langsung dengan dirinya. Saya beruntung ikut mengenal Pak Darto–begitu beliau biasa disapa.
Bermula dari wawancara untuk tabloid mahasiswa Mimbar Untan (1992-1999) dan berlanjut ke media profesional dalam lingkup Jawa Pos Media Group, Borneo Tribune maupun Pusdiklat TOP Indonesia. Banyak artikel Pak Darto yang dialamatkan kepada saya untuk dimuat. Dan biasanya ada sepucuk surat sebagai pengantar. Sepucuk surat itu kadang-kadang diketik dengan mesin tik. Kadang-kadang pula tulis tangan laksana memo. Kami kerap terlibat diskusi terutama soal perbukuan. Dan paling intensif ketika menulis buku biografi politik Sultan Hamid Alkadrie, Sang Perancang Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila (terbit 2013 bersama Turiman Faturahman Nur dan Anshari Dimyati). ***
