Berita

“Kamus Berjalan Itu Telah ‘Jalan’ Buat Selama-lamanya”

“Kamus Berjalan Itu Telah ‘Jalan’ Buat Selama-lamanya”

Pak Darto dikabarkan jatuh di sekitar pintu dapur pada pagi hari, Rabu, 25/1/17 di tengah cuaca Pontianak yang diguyur hujan. Seorang tukang kayu yang sedang bekerja mendapatinya tersungkur di atas lantai. Di sana dia berpulang ke haribaan pencipta-Nya. Pak Darto disemayamkan pada pukul 10 pagi dan dimakamkan di pemakaman muslim Jl Danau Sentarum setelah waktu shalat dzuhur di hari yang sama. Puluhan orang mengiringi pemakamannya. ***

Kabar wafatnya “kamus berjalan” yang suka berjalan ini menyebarluas di FaceBook dan WhatsApp. Salah seorang di antaranya saya baca “japri” dari Dr Leo Sutrisno. Kata pakar pendidikan FKIP Untan yang juga sahabat Pak Darto ini bahwa dua minggu sebelumnya Pak Darto bertandang ke kediamannya di Kompleks Untan tak jauh dari Program Magister Ilmu Hukum. “Beliau lama memeluk saya seperti tak mau berpisah dengan adiknya,” kata Romo Leo Sutrisno mengenang Pak Darto yang enggan diantar pulang dan lebih memilih jalan kaki serta menikmati lahan pekarangan di teras rumah Leo Sutrisno nan rimbun. Dalam suasana itu dua tokoh pendidikan Kalbar ini berpisah buat selama-lamanya. (Nur Iskandar)