Jika disalin ke dalam teks tertulis, maka isi pidato Gubernur Drs Cornelis, MH tersebut sebagai-berikut: “…Negara ini bukan berdasarkan agama. Bung Karno bersama dengan pejuang-pejuang itu. Berdasarkan pulau-pulau yang ada. Suku-suku yang ada. Makanya idiologinya adalah Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda, tetapi satu bapak-ibu dan saudara-saudara sekalian.”
“Di Jawa itu penduduknya sekian ratus juta, tidak semua Islam. Dan tidak ulama itu sebejad Rizieq itu. Islam itu tidak seperti yang Rizieq tawarkan dengan Tengku Zulkarnaen itu. Kalau dia datang ke tempat kita di Kalimantan Barat, usir! Saya jadi provokatornya.”
“Saya adalah pembina politik dalam negeri. Kalau ndak percaya, tanya sama Pak Jaksa, tanya sama Pak Hakim, tanya sama Pak Polisi, tanya sama Pak Danrem, Pak Dandim.Tentara itu bersumpah demi Pancasila sampai dengan tegang tidak pernah kenal menyerah. Kalau tidak percaya tanya tuh.”
“Dayak ini juga macam-macam agamanya. Ada yang Islam. Ada yang Katolik. Ada Kristen Protestan. Ada Hindu. Ada Budha. Sebenarnya lagu Jubata tuh, tadi tuh harus yang pertama dinyanyikan sebelum acara ini dimulai. Entah yang menyusun acara ini siapa ndak mau bertanya…”

Semoga semua pihak yang terkait bisa saling menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.