Pertemuan berlangsung selama dua jam. Dimulai sejak pagi hingga menjelang siang.
Adapun situasi Kalbar pada umumnya dan Kota Pontianak pada khususnya pasca tindakan “pemulangan” ulama yang juga Ketua Umum FPI Ustadz Shabri Lubis dan Hidayat Batangtaris semakin kondusif. Dimana tidak ada lagi penempatan pasukan atau aparat keamanan di tempat-tempat rawan konflik. Begitupula tidak ada protes khusus dari komponen ulama dalam organisasi Majelis Ulama, Muhammadiyah, ataupun Nahdatul Ulama secara resmi di Kalbar. Semua tampak menahan diri lantaran kehebohan di media sosial terus tumbuh menakutkan laksana bola api yang liar.

Adapun di sejumlah masjid, tetap berjalan dengan baik berbagai persiapan menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan. Di beberapa masjid juga menyelenggarakan ceramah agama berisi pengajian isra’ dan mikraj, serta tak satu dua menghadirkan ulama dari luar Kalbar.
Hal serupa terjadi di pasar dan kampus-kampus. Semua aktivitas berjalan normal. “Saya minta kepada para wakil rakyat untuk dapat berperan serta menenangkan masyarakat agar situasi kondusif senantiasa terpelihara,” kata Kapolda. (Nuris)

Semoga semua pihak yang terkait bisa saling menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.