Berita

MACHIAVELLI

MACHIAVELLI

Kedaulatan rakyat yang diidealkan Machiavelli, dalam arti sesungguhnya. Di mana, dalam suatu negara rakyat menjadi pemegang kekuasaan tertinggi. Dapat terjadi, meski berbentuk republik, dalam praktinya negara itu dijalankan seperti kerajaan. Bukan hal yang mustahil, bila sebuah negara kerajaan diatur atas dasar semangat kerakyatan dan sebaliknya di negara republik kekuasaannya dijalankan secara mutlak dan tak terbatas.

Menurut Machiavelli, negara republik dapat saja berubah jadi monarki, apabila wewenang penguasa tunggal sangat besar dan bersifat mutlak. Ia memiliki kekuasaan untuk memilih dan memecat menteri, pimpinan angkatan bersenjata, dan seluruh bawahannya, tanpa ada yang berani mengganggu gugat.

Baca Juga:Tampar

Untuk melanggengkan kekuasaan, Machiavelli berpesan supaya penguasa memiliki angkatan bersenjata (perang) sendiri, yang loyalitasnya teruji. Di dalam menjalankan keputusan yang berdampak kurang baik bagi rakyat maupun bawahannya, penguasa hendaknya menggunakan tangan orang lain, dalam hal ini militer.

Sebaliknya, jika tindakan itu baik dan mendatangkan pujian, sebaiknya penguasa melakukannya sendiri.
Penguasa yang sukses menerapkan prinsip itu, ialah Kaisar Severus (222-235). Ia memerintah Roma sampai akhir hayatnya. Kekuasaannya langgeng, karena Severus tetap menjaga hubungan baik dengan kelompok yang paling berpengaruh, yaitu militer. Rakyat yang tertindas dan lemah, takut melawannya.