in

Membangun Nasionalisme Anak Sekolah Lewat Komik Sejarah

Wacana Penghapusan Pelajaran Sejarah

Komik-sejarah pahlawan

Wacana tentang penghapusan mata pelajaran sejarah dari kurikulum sekolah menjadi bahan perdebatan. Bagaimana siswa dapat mengenal sejarah negaranya jika pelajaran sejarah dihapuskan dari kurikulum? Wacana ini juga seolah kontradiktif dengan semboyan Bung Karno yaitu Jasmerah yang merupakan singkatan dari Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.

“Pelajaran sejarah seharusnya tidak dihapuskan namun harus diperbaiki cara pembelajarannya. Guru, dosen dan calon guru (mahasiswa sejarah) harus diberikan pelatihan metode pembelajaran sejarah yang lebih menarik dan lebih berarti terutama bagi siswa dan keberlangsungan kehidupan berbangsa,” ujar seorang guru sejarah SMA Negeri 22 Surabaya, Aries Eka Prasetya.

Salah satu perbaikan yang dapat diusahakan adalah bentuk penyediaan referensi sejarah yang menarik bagi anak-anak.

“Kita perlu mengadakan semacam pelatihan pembuatan media pembelajaran online untuk guru-guru sejarah, agar mereka bisa membawakan pelajaran sejarah dengan menarik dan disukai oleh siswa” kata Hermawan, ketua MGMP Sejarah Jawa Timur.

Gebrakan untuk menyediakan referensi sejarah bagi pelajar di Indonesia telah dicoba oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Jawa Timur. Mereka menerbitkan buku-buku sejarah yang dikemas menarik dalam bentuk komik dan ditampilkan di aplikasi Kipin School 4.0 yang bisa didapatkan via android, iOS dan Windows 10.

Baca Juga:  Dampak Gawat Pandemi terhadap Pendidikan Sedunia

Beberapa contoh judul yang telah terbit yakni Pejuang Emansipasi Wanita (kisah R.A. Kartini), Pahlawan Pendidikan (kisah Ki Hadjar Dewantara) dan Pahlawan Wanita Pemberani (kisah Cut Nyak Dien), Pejuang Muda Dari Timur (Martha Tiahahu) dan masih ada beberapa lain.

Setelah mengenal dengan baik perjuangan para pahlawan bangsa, dapat muncul rasa kagum dan bangga pada diri individu yang akan membuatnya ingin meneruskan perjuangan. Tidak hanya itu, memahami identitas bangsa juga dapat mendorong setiap orang untuk membentuk karakter diri yang sesuai dengan karakter bangsanya. Sejarah merupakan cikal bakal, identitas dan karakter bangsa yang harus dihargai serta diteruskan perjuangannya. (/r)

Written by teraju.id

Sultan Hamid menikahi dara silangan Belanda dan Bugis

Mertua Sultan Hamid adalah Pengembang Kopi Indonesia–Didi Van Delden “Hibrid” Bugis-Belanda

nur iskandar

Hamid: Kebaikan Pasti Dibalas Kebaikan