Berita

In Memoriam dr Bong: Melepas Kepergian “Pendekar Selembe”

In Memoriam dr Bong: Melepas Kepergian “Pendekar Selembe”

Jabatan walikota pun diembannya sampai 10 tahun. Ia mencapai jabatan puncak dengan mudah sehingga sebagian orang Pontianak menggelarinya dengan “pendekar selembe”. Gaya selembe (tenang/santai/easy going) menyebabkan warga tak sulit menemui beliau. Bisa ditemui di kantor atau di rumah. Ia bisa menerima tamu hingga larut malam.

Dengan demikian urusan apapun menjadi cepat kelar. Di sini rahasia kehebatan beliau yang selalu berikrar bahwa walikota itu adalah wali-nya kota. “Walikota itu adalah public servant. Atau pelayan publik. Bukan minta dilayani publik.” Di masa jabatan Buchary yang mana Kalbar masih rawan gejolak sosial, pengungsian masih memenuhi sejumlah arena publik Kota Pontianak berhasil diurai satu per satu. Asrama Haji bisa difungsikan kembali. Begitupula GOR Pangsuma hingga Stadion Sultan Syarif Abdurrachman Alkadrie. Buchary juga merawat kota dengan penerangan di sekeliling tapal batas. Di bidang sepakbola yang digemarinya, Persipon juga berhasil lolos ke Liga Utama.

Di sana letak kehebatan beliau, namun di sana juga letak kelemahan beliau. Dari sejumlah nomenklatur bantuan sosial APBD dia terjerat kasus hukum sehingga masuk bui, walaupun dana yang terselewengkan dikembalikan.

Buchary “selembe” menjalani hukuman di hotel prodeo. Sikap “selembe” yang berakar dari jiwa ikhlas. Namun Tuhan Maha Baik. Dia Maha Tahu apa yang terbaik.