teraju.id, Jakarta – Penelitian yang dilakukan The Wahid Foundation bersama Lembaga Survei Indonesia (LSI) perihal persepsi muslim menunjukkan sikap kuat mendukung tegaknya demokrasi. Hasil penelitian ini menjadi kabar gembira di tengah ancaman disintegrasi berupa memanasnya intoleransi. Demikian diungkapkan Yenni Wahid dari The Wahid Foundation, Selasa, 30/1/18.
Putri sulung Gus Dur ini menunjukkan sikap muslim Indonesia terhadap Pancasila dan konstitusi yang masih tinggi.
“Kita masih bisa tarik napas lega. Kenapa? Karena muslim Indonesia moderat. Ini modal sosial yang mesti kita rawat sehingga Indonesia berpotensi mengukir prestasi yang luar biasa.”
Saya, lanjut Yenni yang pernah menjadi jurnalis di The Age, Melbourne, Negeri Kangguru ini, di berbagai forum internasional melihat dukungan warga mancanegara terhadap demokrasi mereka rendah. Di Indonesia tinggi di atas 77%. Bahkan posisi perempuan muslim berada 1-2 level di atas kelompok laki-laki muslim yang mendukung demokrasi di Indonesia.
“Perempuan Indonesia kalau pilih jodoh diputuskan dari diri sendiri. Bekerja atau tidak, juga diputuskan oleh mereka sendiri. Dengan demikian perempuan muslim Indonesia itu merdeka. Pilihan politik perempuan Indonesia juga bebas. Bebas tanpa bentrok dengan rumah-tangganya. Jadi, wanita Indonesia itu otonom. Bedanya dengan laki-laki Indonesia masih 30%. Ini posisi bagus untuk negara Indonesia yang masih konservatif. Untuk itu perempuan Indonesia bisa melakukan mediasi-mediasi.”
