Oleh: Nur Iskandar *
Demo damai umat Islam di Jakarta adalah urusan penistaan atau penodaan agama yang berfokus pada figur Basuki Cahaya Purnama alias Ahok. Ia masuk ke dalam koridor hukum. Namun dampaknya sampai ke Kota Pontianak. Di mana Jumat, 4/11/16 tadi malam terjadi gesekan yang menegangkan. Dimulai dari perempatan Jalan Tanjungraya Pontianak Timur hingga ke kawasan Pasar Flamboyan pusat kota.
Massa bergerak lebih dari sekedar perempatan Tanjungraya yakni sampai ke kawasan dagang Pasar Flamboyan-Jl Gajahmada (wilayah pecinan). Orang nomor satu di jajaran Pemkot dan Polda sampai turun tangan ke jalan untuk menenangkan serta membubarkan massa.
Saya sedang berada di warung Mie Aceh Purnama saat mendengar laporan bahwa “di Timur sudah pecah”. Pecah apanya? Kabar via telepon ini kurang jelas di tengah menderunya laporan langsung di layar televisi soal “rusuh massa” di Jakarta menyusul aksi damai umat Islam menuntut Ahok diadili akibat ucapannya mengenai QS Almaidah ayat 51 di Kepulauan Seribu-Jakarta. Saya “bedesut” ke Pontianak Timur dan mendapati jalanan sejak Purnama hingga Tol Kapuas 1 aman dan tenang-tenang saja. Tidak ada aparat yang berjaga-jaga. Sepi.
