Berita

Percikan Api di Tanjungraya, “Lampu Kuning” untuk Kota Pontianak

Percikan Api di Tanjungraya, “Lampu Kuning” untuk Kota Pontianak

Saya mendekati seorang berkopiah putih dan berkain sarung. Dia mengaku ditugasi kiyainya mengamankan beberapa remaja yang berteriak-teriak di jalanan.”Saya diminta melarang mereka teriak-teriak. Dilarang caci maki. Apalagi kepada aparat. Mereka bertugas mengatur warga agar tertib,” ungkapnya. Saya tanya apa yang terjadi sebenarnya sehingga ribuan orang bertumpuk di sini, pemuda ini mengaku tidak tahu. Apakah ada pemukulan? Perkelahian? Sweeping? “Tidak tahu,” tambahnya.

Melalui jaringan Forum Diskusi Aktivis di WhatsApp saya mendapat foto tiga orang yang melapor ke Polsek Timur. Mereka melaporkan pemukulan yang diterimanya saat melintasi Tanjungraya. Ketiga orang ini berusia muda. Dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Dan saya berjanji akan memeriksa kebenarannya di Polsek Timur. Hanya saja saya baru bisa merapat ke Polsek Timur pada pukul 01.25 WIB. Di mana hari telah berganti dari Jumat ke Sabtu dan telah banyak peristiwa lain menyusul dan menegangkan.

Sebagai jurnalis yang biasa meliput konflik, saya risau kenapa jumlah aparat sangat sedikit? Potensi massa tumpah dan marah amat sangat besar seperti malam Sabtu ini. Apalagi tayangan TV menyoal demo di Jakarta sangat mudah menyulut emosi. Banyak pemirsa tidak menangkap masalah “Ahok” dengan lengkap sehingga bisa bersikap adil dan bijaksana.