Berita

Percikan Api di Tanjungraya, “Lampu Kuning” untuk Kota Pontianak

Percikan Api di Tanjungraya, “Lampu Kuning” untuk Kota Pontianak

Saya kontak petinggi Polda. Saya hendak menyarankan tambahan anggota di lapangan. Namun belum sempat anggota bertambah di Tanjungraya sudah lebih dahulu sekelompok massa dengan berjalan kaki menyeberangi tol Kapuas. Mereka masuk sampai Gajahmada. Mereka bershalawat. Di saat inilah terjadi pembakaran ban bekas dan “pembatas jagung” alias traffict corn di mulut tol. Asap menghitam ke arah lampu penerang jalan. Ketegangan bertambah tambah di antara teriakan Allahu Akbar dan sholawat. Di saat inilah Walikota H Sutarmidji SH, M.Hum tiba ke lokasi. Ia ditemani M Akip.

Sementara tokoh FPI Sahrani turut mendampingi. “Kau turut mengamankan situasi Sahrani,” pinta Sutarmidji dan diterima dengan anggukan pertanda setuju. Massa kemudian surut setelah Sutarmidji menjumpai massa bahkan sempat dimintai foto bersama oleh warga.

Adapun massa yang sudah lolos ke Gajahmada disisir aparat dengan Baracuda bertuliskan Gegana. Brimob bersenjata lengkap memblokir jalan. Sementara mobil aparat dengan pengeras suara layaknya “jam malam” meminta massa membubarkan diri. “Dimohon kepada bapak ibu yang tidak berkepentingan untuk segera pulang ke rumah masing-masing.”