Berita

Pro-Kontra Museum jadi Mesjid dan Mesjid jadi Bar–Robert Mark: “Tuhan yang Disembah Umat Kristen dan Islam adalah Tuhan yang Sama”

Pro-Kontra Museum jadi Mesjid dan Mesjid jadi Bar–Robert Mark: “Tuhan yang Disembah Umat Kristen dan Islam adalah Tuhan yang Sama”
Hegia Sophia yang kini disambut pro-kontra masyarakat dunia. Foto internet

“Saya terkejut ketika saya melihat aspek sabotase di dalam masjid,” kata sekretaris badan abadi Islam Palestina, Khair Tabari, mengatakan kepada surat kabar yang berbasis di London, Al Qodus Al Arab, seperti dilansir Gulf News pada 14 April 2019.
Bertahun-tahun yang lalu, Tabari mengajukan gugatan ke pengadilan Nazareth, meminta penyerahan masjid ke dana abadi Islam. Tapi, pengadilan belum memutuskan gugatan tersebut ketika itu.

Tapi, dunia mengabaikan tuntutan Tabari itu. Tak ada yang bersuara atas perubahan fungsi masjid tersebut. Media-media terbitan setempat menyebut perubahan masjid menjadi bar tersebut dilakukan di tengah kesunyian teramat sangat. Kontras dengan komentar pro dan kontra untuk Hagia Sophia.

Padahal, sejarawan menyebut Al Ahmar dibangun sebagai masjid. Sebuah tanda batu di pintu masuk ke masjid menyatakan bangunan itu dibangun pada 1276 Masehi.
“Masjid Al Ahmar mendapatkan namanya dari batu merahnya. Saat ini, digunakan dalam beberapa acara kecuali sebagai tempat salat bagi umat Islam,” kata sejarawan dan penduduk asli Safad, Mustafa Abbas.